Tampilkan postingan dengan label INFO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO. Tampilkan semua postingan

iPad Disukai Pebisnis


Wow, ternyata iPad lebih diminati untuk aktivitas bisnis! Setidaknya begitulah pendapat para pekerja di negeri Paman Sam sana.Sebuah survei yang digelar iPass terhadap 1100 pekerja kantoran mengungkapkan bahwa 58,9 persen dari responden akan memakai perangkat semacam iPad untuk bekerja. Memang tidak sepenuhnya untuk bekerja, karena responden pun masih memakainya untuk keperluan personal.

2015, Ponsel Cerdas Laku Keras

Ponsel cerdas alias smartphone akan semakin merajai pasar gadget. Diperkirakan, 54% dari penjualan seluruh peralatan telekomunikasi pada tahun 2015 dikuasai oleh jenis ponsel yang satu ini.
 
Demikian salah satu analisis yang baru saja disampaikan firma Frost & Sullivan, bertajuk "2010 Asia-Pacific Mobile Device & Smartphone Outlook".

Dalam laporan tersebut, Frost & Sullivan menyatakan kawasan Asia Pasifik, termasuk Jepang dan Korea Selatan, sebagai pasar yang memiliki potensi terbesar. Mereka memprediksi 477 juta unit ponsel cerdas akan terjual di kawasan ini pada 2015.

BlackBerry Torch Tantang Android?

Research In Motion (RIM) akhirnya menelurkan BlackBerry teranyarnya, Torch. Penamaan “Torch” sendiri seakan menjadi sinyal dari RIM terhadap BlackBerry yang kini mulai meredup. Bagaimana tidak, dalam beberapa tahun terakhir saja, banyak pengguna BlackBerry yang mulai beralih menggunakan iPhone dan Android. Feature BlackBerry yang monoton menjadi salah satu penyebabnya. Boleh jadi, untuk urusan texting dan email, BlackBerry menjadi yang terbaik, namun tidak demikian untuk layanan lainnya. Apalagi saat ini pengguna smartphone juga mendambakan browser yang nyaman untuk perangkat mobile.

Asus MS238H

Teknologi backlighting berbasis LED (light emitting diode) memungkinkan menyusutnya ukuran fisik monitor LCD masa kini. Karena ukuran fisiknya tipis dan bobotnya tergolong ringan, monitor berbasis LED akan lebih mudah jika akan digantungkan di dinding. Dengan layar 23 inci, ASUS MS238H siap bersaing dengan monitor LCD berbasis LED lainnya.

Canon EOS 7D

Canon pernah sukses dengan seri EOS 5D–nya yang berada di kelas menengah. Sekarang, 5D sudah naik kelas ke 5D Mark II. Agar posisi kuatnya tidak kosong, lahirlah 7D. Kekuatannya sekelas 5D, tapi seri ini bisa merekam video Full High Definition (Full HD)

Kita mulai dari desain sensor. EOS 7D menurut kami memiliki sensor yang unik. Meskipun dijejali oleh 18 juta piksel di sensornya yang berukuran 22,3 x 14,9 milimeter (APS-C), gambar yang dihasilkan 7D tetap mulus tanpa gangguan noise yang umum ditemukan pada sensor kecil dengan megapiksel yang besar.

Ini terjadi berkat teknologi foto dioda terbaru yang disandingkan dengan teknologi gapless microlens yang diterapkan Canon di 7D. Gapless microlens sendiri adalah teknologi mengecilkan jarak antara lensa mikro yang ada di bagian sensor agar jatuh cahaya tetap fokus dengan jarak yang lebih pendek. Itulah mengapa, dalam permukaan sensor yang sama EOS 7D bisa menampung lebih banyak piksel.

Tapi, teknologi sensor tidak akan berarti tanpa akurasi fokus yang baik bukan? Nah, untuk masalah fokus ini Canon juga melakukan beberapa perbaikan. Salah satunya dengan menanamkan 19 titik sensor fokus yang disebar dari tengah frame menuju garis vertikal dan horisontalnya.

Titik-titik fokus tadi bisa dikustomisasi secara penuh sesuai letak obyek. Feature zona di titik fokus ini juga bisa membantu Anda memilih ketajaman yang tepat saat kamera diposisikan landscape atau portrait.


Live View


Dulu, fungsi live view di kamera profesional adalah hal yang tabu. Tapi EOS 7D memilikinya, dan terbukti cukup membantu terutama saat mengambil sudut-sudut sulit. Disediakan tombol tersendiri untuk mengaktifkan fungsi live view ini dan mudah dijangkau oleh ibu jari tangan kanan. Tombol yang sama juga berfungsi untuk mengaktifkan perekam video di kamera. Jadi sambil merekam video, Anda bisa langsung mengambil gambar diam (still) dengan menekan tombol yang sama.

Fokus di modus live view EOS 7D sudah lebih baik dibanding EOS versi sebelumnya. Jeda shutter yang menyebalkan itu kini sudah lebih baik ditangani Canon. Dari pengalaman kami mencoba live view pada aktivitas anak-anak, 7D bisa mengambil hampir semua momen indah yang ada.

Satu-satunya masalah yang kami temui menggunakan fokus live view ini ada pada ruang bercahaya minim. Sistem fokus di modus live view agak "kebingungan" ketika menemukan objek dengan kontras rendah.

Oh ya, satu hal yang harus diperhatikan adalah saat modus perekaman video aktif. Anda hanya bisa mengukur fokus saat perekaman akan dimulai. Setelahnya, fokus harus diputar manual. Menurut kami fungsi ini harus diperbaiki Canon di seri berikutnya.

Kami memberikan 2 jempol untuk kecepatan kamera ini. Mode continuous shooting yang dimiliki 7D serasa seperti kamera kelas atas Canon. Betapa tidak, 8 frame perdetiknya mampu mengambil pergerakan cepat tanpa jeda yang berarti bahkan di resolusi tertinggi 7D. Hal ini kemungkinan besar bisa dilakukan berkat bekal 2 buah prosesor Digic 4 khas Canon yang disematkan di dalam 7D.(InfoKomputer)

Spam Masih Berkedok Jejaring Sosial

Hati-hatilah bagi Anda yang aktif di dunia maya. Terlebih yang gemar menyosialisasikan diri melalui jejaring sosial.

Pasalnya, Kaspersky Lab baru saja mengumumkan penerbitan laporan spamnya. Dalam laporannya, Kaspersky menyebutkan di kuartal kedua than 2010 ini telah terjadi aksi pengiriman surat massal dalam jumlah besar. Serangan berbasis HTML ini bahkan belum pernah terjadi sebelumnya.

Kaspersky juga menjelaskan, untuk lebih meyakinkan pengguna, surat elektronik tersebut disamarkan sebagai pemberitahuan asli yang mengatasnamakan berbagai situs jejaring sosial. Seperti Facebook, Digg, Amazon, WindowsLive, YouTube, Skype, dan Wikipedia.

Cara kerja penyebarannya mirip seperti phising. Jadi begitu pengguna internet mengeklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs yang sudah diretas, otomatis script jahat pun akan diunduh.

Dalam tautan-tautan tersebut, Kaspersky menemukan Trojan-Downloader.JS.Pegel.S. Trojan inilah yang paling banyak ditemukan di semua surat-surat elektronik selama kuartal kedua ini. Namun demikian, beberapa tipe dari Trojan ini adalah halaman-halaman HTML yang memuat skenario menggunakan JavaScript.

Di kuartal kedua ini, Amerika Serikat memimpin dengan 15% dari keseluruhan spam yang berasal dari sana. Tempat kedua diduduki India dengan 8,5%. Vietnam menanjak dua peringkat, kini berada di peringkat ketiga. Pada bulan April, Amerika Serikat, India, dan Vietnam bersaing ketat masing-masing dengan 12,3%, 11,7%, dan 11,6%. Sedangkan di bulan Mei, Amerika Serikat secara meyakinkan menduduki peringkat teratas dengan 20,8% spam yang juga berasal dari sana. Yang mengagetkan, Italia (3,3%) dan Spanyol (2,8%) bergabung ke dalam peringkat 10 Teratas sebagai sumber spam.

Selain situs-situs jejaring sosial, para pelaku peretas juga semakin meningkatkan fokusnya pada situs-situs belajna online, seperti PayPal, eBay, dan HSBC. Namun demikian, sasaran teratas phising tetaplah Facebook dengan 6,3% dan sistem surat elektronik Google sebesar 2,84%.(InfoKomputer)

ASUS Maximus III Extreme

Setelah sebelumnya kami kedatangan ASUS Maximus III Gene (yang masih menggunakan chipset Intel P55), hadir kembali produk lainnya, yakni ASUS Maximus III Extreme.

Saat memandangnya sepintas, Anda pasti akan takjub dengan disediakannya 5 slot PCI Express. Untuk apa ASUS menghadirkan PCI Express x16 sebanyak 5 slot? Entah seekstrim apa pengguna yang akan memanfaatkan slot PCI Express x16 itu secara keseluruhan.

Yang pasti, ke-5 slot ini memang dirancang untuk mereka yang haus akan kinerja grafis super kompleks. Bandwith-nya memang tidak sama, untuk slot pertama dan kedua x16 sedangkan sisanya memiliki bandwith x8. Dukungan bandwith hingga x16x16 sendiri muncul berkat bantuan chipset tambahan nVidia NForce200 yang terlindungi heatsinkpasif bertuliskan Republic Of Gamers.

Produk ini didesain berbasis Extreme Engine Digi+ yang menyeimbangkan kinerja dan daya untuk memperpanjang umur serta menghemat konsumsi energi. Motherboard ini juga sudah menggunakan semua teknologi terbaru mulai dari USB 3.0 dan juga SATA 3.0 yang memiliki jalur 6 Gb/s.

Seperti seri mewah lainnya, kemampuan overclock hadir cukup komplit dan beragam. Mulai dari ROG Connect yang bisa menyesuaikan overclock secara real-time dari sistem lain, RC Bluetooth untuk melakukan proses overclocking via Bluetooth, hingga adanya proteksi BIOS (berupa USB BIOS Flashback untuk mengembalikannya ke kondisi semula jika suatu saat terjadi masalah BIOS). Belum lagi adanya feature spesial lainnya seperti fungsi MemOK untuk memaksimalkan kinerja memori saat Anda melakukan upgrade.

Fungsi ini bisa diaktifkan dengan menekan tombol shortcut Go Button. Tombol ini juga bisa difungsikan untuk menampilkan profile overclock dari dalam sistem operasi Windows.

Selain tombol shortcut power, reset dan clear CMOS, ada lagi BIOS button. Dengannya, Anda bisa menampilkan konfigurasi BIOS yang sudah disimpan sebelumnya secara cepat. Di dekatnya terdapat LED yang menandakan aktivitas BIOS button ini. Juga terdapat Q Reset Button yang terletak dekat konektor power ATX 8-pin 12 volt. Gunanya untuk menstabilkan sistem saat proses booting.

Anda yang gemar mengutak-atik hardware sistem ini akan terpuaskan berkat kemudahan aneka feature tersebut.

Dengan feature selengkap ini, Anda pasti mengira harganya mahal. Tebakan ini tepat karena ASUS Maximus III Extreme menampilkan segala feature terkini dan terlengkap yang lazim ditemui pada motherboard kelas high-end. Di sini ASUS menegaskan segmen motherboard ini bagi extreme gamer maupun extreme overclocker. Dengan demikian, produk ini cocok untuk penggunaan kelas berat, bukan bagi pengguna rumahan biasa. (InfoKomputer)

HTC HD2

Ketika platform Blackberry, iPhone, dan Android berebut di panggung ketenaran, apakah masih ada ruang untuk smartphone berbasis Windows Mobile? Sepertinya iya; setidaknya menurut HTC. Ini mereka tunjukkan dengan merilis HTC HD2, sebuah smartphone layar sentuh berbasis Windows Mobile 6.5.

Sadar kalau peminat Windows Mobile kian tergerus, HTC berusaha keras mendandani perangkat ini. Salah satunya adalah ukuran layar 4,3 inci, menjadikan HD2 smartphone dengan layar terbesar saat ini. Namun hal itu juga membuat ukurannya sedikit besar, sehingga kami merasa sedikit repot menentengnya ke sana ke mari. Tampaknya memang harus disimpan di saku jas atau tas tangan; sesuai dengan gaya kalangan eksekutif yang diincarnya.

Layar itu sendiri bertipe capacitive screen, sehingga kita tinggal “mencubit” layar untuk melakukan zoom-in dan out. Layar tersebut juga dilengkapi dengan accelerometer, sehingga akan otomatis (dan responsif) berputar mengikuti posisi perangkat.

Kami juga menemukan kejadian menarik selama pakai HD2. Misalnya, layar otomatis mati ketika sedang bertelepon. Katanya, ini untuk menghindarkan sentuhan tak sengaja di layar selama sedang bertelepon. Ketika ringtone berbunyi, volumenya juga otomatis mengecil ketika kami mengangkatnya dari meja. Agak-agak remeh, namun menunjukkan kalau HTC memikirkan kemudahan penggunaan HD2.

Masih dalam konteks memudahkan, HTC membenamkan antarmuka khusus yang disebut HTC Sense. Sekadar mengingatkan, HTC Sense memungkinkan kita melakukan modifikasi tampilan jendela sekaligus mengakses segala aplikasi favorit dengan cepat. Ini merupakan pertama kali Sense ditanamkan di smartphone berbasis Windows Mobile, setelah sebelumnya muncul di HTC Hero yang berbasis Android.

Dibanding Hero, Sense di HD2 terasa kurang asyik karena icon di menu utama tak bisa disusun ulang. Yang bisa disetel hanya tab di homescreen. Namun HTC memodifikasi cukup banyak aplikasi untuk HD2. Kami mencatat ada HTC Messages dan HTC Calendar, maupun widget Facebook, YouTube, dan Peep (untuk Twitter). Windows Mobile 6.5 itu sendiri pastinya sudah membawa Marketplace dan Microsoft My Phone.

Dari sisi prosesor, HTC HD2 menggunakan prosesor terbaru ARM yang disebut Snapdragon. Prosesor ini memiliki kecepatan 1GHz, sehingga di atas kertas memiliki kinerja yang tinggi. Awalnya kami memang merasakan responsivitas tinggi saat menggeser layar maupun membuka aplikasi. Namun ketika perangkat ini mulai disesaki aplikasi dan data, kami merasakan penurunan respon yang cukup agak mengganggu. Hal ini sepertinya disebabkan kapasitas memori ROM dan RAM yang hanya 512MB dan 448MB.

Ketika hp terkoneksi ke PC via kabel data, ada 3 opsi yang bisa kita pilih: ActiveSync (untuk sinkronisasi), Disk Drive (untuk transfer file sebagai storage) atau Internet Sharing (untuk pemakaian sebagai modem). Yang menarik, HTC HD2 bisa dijadikan WiFi router (membagikan koneksi internet menggunakan jalur WiFi), selain Internet Sharing via USB atau Bluetooth.
                                                                             

Jika berkaca pada kinerja, HTC HD2 adalah perangkat yang sangat menarik. Luasnya layar memberi keuntungan saat mengetik maupun browsing internet. Prosesor Smartdragon, meski terhalang kapasitas memori yang kecil, mempercepat seluruh proses. Namun seperti kami sering bilang, pertarungan smartphone masa kini tidak cuma soal hardware, namun juga ekosistem di sekelilingnya; dan inilah tantangan terbesar HTC HD2. Sebelum Windows Mobile 7 datang, kami agak ragu menjatuhkan pilihan kepada smartphone berbasis Windows Mobile.

PowerColor HD5870

INFOKOMPUTER - PowerColor HD5870 ini masih dibekali dengan penampilan yang sangat standar. Desain kartu dan pendingin yang digunakannya masih menggunakan desain standar referensi yang memiliki ukuran besar dan panjang. 

Sebagai kartu grafis kelas atas, PowerColor HD5870 ini memiliki kinerja yang sangat baik. Kartu grafis ini mampu menjalankan aneka game terbaru dengan detail tinggi dan pada resolusi yang tinggi pula. Sebagai tambahan, kartu grafis ini juga memiliki dukungan teknologi terbaru seperti Direct 11 dan ATI Eyefinity yang menjadi nilai tambah kartu grafis ini. (Steven Irwandi - Kontributor)(InfoKomputer)

Jetway Ecomo EM100G

INFOKOMPUTER - Seakan tidak mau ketinggalan tren, Jetway ikut bermain di persaingan netbook. Sebetulnya langkah mereka bisa dikatakan tertinggal karena sudah sangat banyak petarung yang ada di gelanggang.

Walau di negara aslinya telah meluncur sejak Agustus tahun lalu, baru awal warsa 2010 produk ini masuk Indonesia.

Jetway melabeli netbook debutannya dengan nama Ecomo, singkatan dari Eco-Friendliness & Mobility. Keduanya merupakan kata sifat yang dianggap paling cocok mewakili si mungil ini. Bagaimana realitasnya?

Disorot dari segi mobilitas, sudah jelas yang namanya netbook pasti dibentuk ringkas supaya mudah dibawa ke mana-mana. Tak terkecuali Ecomo. Bobotnya yang ringan (belum termasuk pemutar DVD eksternal) tak terasa membebani saat digendong sambil bergerak dari satu mal ke mal lainnya.

Ya, kami memang sengaja menjajal netbook ini saat jalan-jalan di hari libur. Apakah cocok? Tergantung. Jika Anda termasuk orang yang peduli gaya & penampilan, rasanya Ecomo bukan untuk Anda. Desain Ecomo sangat konvensional. Kesan tersebut makin kuat akibat warna kelabu dan sentuhan krom yang mendominasi. Untung ada pilihan warna lain, yaitu hitam dan putih jika ingin tampil lebih elegan. Permukaan matte yang melapisi membuat bodi tidak mudah terkotori sidik jari. Tapi kekurangrapian finishing di beberapa sudut menjadi perhatian kami.

Ketika dicoba untuk mengetik, menurut kami keyboard kurang nyaman dipakai karena tutsnya berbentuk lempengan sehingga berkesan "melayang". Walau dimensinya cukup besar, letak tuts yang terlalu berdekatan satu sama lain membuat kesalahan ketik potensial terjadi. Sempitnya jarak ini pun mengakibatkan debu dan kotoran yang masuk ke sela-sela tuts bakal sulit dibersihkan. Touchpad responsif, tapi tombol kliknya keras saat ditekan.

Bagaimana dengan sisi eco-friendly? Konsumsi daya Ecomo rasanya sama saja dengan yang lain. Kekuatan baterainya cuma mampu bertahan sekitar 2 jam dalam pemakaian normal. Salah satu penyebabnya mungkin karena wireless port-nya selalu dalam keadaan menyala. Tidak tersedia saklar untuk menonaktifkannya. Sementara dari segi harga, dengan bandrol Rp2.750.000 (tanpa OS), Ecomo memang terbilang lebih ekonomis dibanding para kompetitor.

***

Dari apa yang kami lihat dan rasakan, selain dari sisi harga, Jetway Ecomo agak sulit mencuri perhatian calon konsumen. Dengan tongkrongan yang lebih pas digunakan orang kantoran, menyasar pembelian massal secara korporasi (corporate buying) sepertinya layak jadi strategi andalan. (Erry FP)

Hasil Pengujian
Karena menggunakan komponen yang relatif sama, performa Jetway Ecomo EM100G terlihat sekelas dengan Zyrex Sky 1716. Namun berhubung kapasitas baterainya kecil, daya tahan Jetway Ecomo dalam mode baterai terasa kurang memuaskan.(InfoKomputer)

Adu Peramban: Safari Pegang Kendali

INFOKOMPUTER - Tahun 2009 diwarnai dengan tampilnya beberapa versi terbaru dari berbagai peramban (browser) web terkemuka. Diawali dengan peramban terpopuler saat ini, yaitu Internet Explorer 8 keluaran Microsoft pada bulan Maret. Kemudian, berturut-turut muncul Safari 4, Firefox 3.5, Opera 10, dan yang paling segar, Google Chrome 3.

Berdasarkan survei yang dilakukan Net Applications untuk September 2009, IE masih menjadi produk paling banyak digunakan di seluruh dunia. Angkanya mencapai 66%. Jauh meninggalkan pesaing terdekatnya, Firefox, di angka 24%. Apalagi dibandingkan dengan Safari, Chrome, dan Opera yang masing-masing hanya menguasai 4%, 3%, dan 2% pangsa pasar peramban web.

Namun, bila kita lebih memerhatikan tren, angka yang diperoleh IE ternyata kian menurun setiap bulannya. Bahkan, bulan September 2009 merupakan penurunan persentase terbesar IE sepanjang tahun ini, yaitu satu persen lebih dibanding Agustus 2009. Sebaliknya, raupan persentase yang didapat pesaing-pesaingnya terus menunjukkan tren positif. Ini menunjukkan mulai meleknya para pengguna internet terhadap produk-produk peramban web alternatif selain IE.

InfoKomputer mencoba menguji kelima peramban web yang populer digunakan tersebut. Semoga bisa membantu dalam memilih dan memilah peranti yang paling cocok untuk Anda.

(catatan: Artikel ini dimuat pada InfoKomputer edisi khusus Mega Review, November 2009, sehingga versi setiap peramban yang diuji adalah versi terakhir pada saat itu). (InfoKomputer)

Greenpeace: Cisco dan Ericsson, Paling Pro Lingkungan

INFOKOMPUTER - Dua nama besar di bidang teknologi, Cisco dan Ericsson, didaulat Greenpeace sebagai “the 'coolest' IT company”. Keduanya dinilai organisasi yang aktif di bidang penyelamatan lingkungan ini sebagai yang terdepan dalam menyediakan solusi IT berwawasan lingkungan.

Cisco melenggang ke puncak tangga Greenpeace CoolIT Leaderboard berkat solusi yang mengurangi efek rumah kaca, seperti teknologi smart grid dan office energy management. Sedangkan kedigdayaan Ericsson yang meraih tempat ke dua adalah karena ketersediaan metodologi yang mengukur dampak solusi yang telah diimplementasi. 

Dua raksasa teknologi yang juga menduduki papan atas adalah Google dan Fujitsu. Google di peringkat 6 terpilih karena menyediakan PowerMeter, sebuah tool untuk menghitung konsumsi listrik secara online. Ketika konsumen mengetahui berapa banyak konsumsi listriknya, mereka akan terdorong untuk bersikap lebih hemat. 

Raksasa search engine ini pun dinobatkan sebagai satu-satunya perusahaan yang mendapat nilai tertinggi untuk advokasi politik. Visi Google ke arah ekonomi yang mengedepankan energi bersih dianggap Greenpeace sangat jelas. Google gagal menapak di peringkat yang lebih tinggi karena tidak mencapai target pengurangan emisi CO2 dan tidak bersedia mengungkapkan berapa besar emisi akibat aktivitas bisnisnya. Kurang transparan, begitu Greenpeace menilai perusahaan besutan Larry Page dan Sergey Brin ini.

Perusahaan TI yang membukukan prestasi di Greenpeace CoolIT Leaderboard dipilih Greenpe atas dasar beberapa kriteria, seperti upaya mereduksi jejak karbon, dukungan terhadap kebijakan yang berkaitan dengan iklim dan energi, dan dukungan berupa solusi yang bisa menekan efek rumah kaca.

Ada sekitar dua puluh perusahaan teknologi terpilih menghuni Leaderboard. Selain Cisco (1), Ericsson (2), dan Fujitsu (5), vendor TI yang mendapat nilai bagus adalah IBM (3), HP (4), Google (6), Microsoft (7), Dell (8), Intel (9), Nokia (10), SAP (11), Toshiba (12), Sharp (13), Sony (14), dan Panasonic (15).(InfoKomputer)

Silakan Jajal Norton 2011 Beta

INFOKOMPUTER - Hampir setengah tahun lalu, Norton Internet Security (NIS) 2010 diluncurkan Symantec. Produk tersebut mendapat respon positif dari banyak pihak, terutama karena berhasil mematahkan mitos "rakus memori". NIS 2010 terbukti jauh lebih ringan dibanding versi-versi sebelumnya. Metode perlindungan Quorum yang dibenamkan juga lebih mampu membantu pengguna untuk mengetahui file dan aplikasi berbahaya, berdasarkan reputasinya.

Symantec enggan berpuas diri dengan kesuksesan NIS 2010. Pengembangan terus dilakukan untuk menemukan cara terbaik melindungi sistem dari serangan malware, khususnya ketika berselancar di dunia maya. Hasil sementara pengembangan itu dapat Anda lihat pada Norton Internet Security dan Norton Anti Virus 2011 versi beta. Rilis ini masih bebas untuk diunduh dan dicoba melalui alamat http://www.symantec.com/norton/beta. 

Apa saja yang baru dari kedua produk Norton 2011?

Soal performa, Symantec yakin Norton 2011 memiliki benchmark waktu instalasi, waktu pemindaian, dan konsumsi memori minimal setara atau lebih baik dibanding Norton 2010. Hal ini ditujukan demi meraih target Norton tahun 2011 sebagai "Produk paling direkomendasikan dalam layanan dan perangkat lunak kelas konsumer".

Berbagai feature andalan yang hadir dalam Norton 2010 tetap bisa Anda nikmati pada Norton 2011. Tentu saja, dengan penambahan-penambahan fungsi. Misalnya, feature Download Insight yang menganalisis tingkat keamanan file unduhan. Download Insight pada Norton 2011 sudah mendukung Chrome dan Opera. Bahkan, feature ini juga bakal mendeteksi file dari aplikasi perpesanan instan (instant messaging), e-mail, dan P2P client. Feature System Insight untuk menginformasikan penggunaan CPU dan memori juga diperbaharui. Lewat versi 2.0, Anda akan mendapat peringatan jika ada aplikasi tertentu yang memberatkan kinerja sistem.

Selain menawarkan Norton 2011 Beta, Symantec mengumumkan tiga aplikasi gratis terbaru dalam memerangi kejahatan cyber. Ketiganya ialah:
Norton Safe Web untuk Facebook (versi Beta) – Aplikasi ini melindungi komputer Anda dengan memindai kiriman berita di Facebook yang mungkin memuat URL jahat. Hal ini sangat penting karena hampir 60% dari situs tidak aman yang ditemukan oleh Norton Safe Web berisi ancaman yang dapat menginfeksi PC tanpa mengharuskan pengguna mengunduh atau menginstalasi file.

Norton Power Eraser – Beberapa ancaman menyamar sebagai program yang sah, memodifikasi peramban atau boot screen graphics, dan bahkan mengalihkan trafik. Program-program semacam ini populer disebut sebagai scareware. Terkadang, diperlukan taktik khusus untuk menghapus scareware seperti ini. Dengan Norton Power Eraser, ancaman-ancaman tersebut (dan ancaman-ancaman lain) dapat dibidik khusus, kemudian secara efektif dideteksi dan dihapus.

Norton Bootable Recovery Tool (hanya tersedia untuk anggota Norton) – Dengan peranti ini, pengguna Norton dapat melakukan boot pada PC ke kondisi aman ketika sistem terinfeksi berat sehingga PC tidak bisa start up normal. Norton Bootable Recovery Tool Wizard secara otomatis menciptakan peranti CD/DVD/USB bootable secara cepat dan mudah.


Anda juga harus semakin mewaspadai ancaman kejahatan cyber, menjelang Piala Dunia 2010 berlangsung di Afrika Selatan. Symantec memperkirakan, akan banyak penjahat dunia maya memanfaatkan momen ini untuk menyebar spam, scam, dan phishing. Berbagai modus operandi mereka, seperti menawarkan tiket murah Piala Dunia, ajakan taruhan, dan sebagainya, bisa Anda temukan di alamat http://www.2010netthreat.com (InfoKomputer)

ASUS Umumkan Mobo Anyar Berbasis 890FX

INFOKOMPUTER - ASUS sekali lagi membuktikan solusi optimal yang tepat untuk menggunakan teknologi terbaru dari AMD, dengan mendukung desain CPU 6-core AMD terbaru.

ASUS ROG Crosshair IV Formula dan M4A89TD PRO memberikan kinerja yang lebih andal. Keduanya telah menggunakan chipset AMD 890FX dan memiliki teknologi Core Unlocker dan Turbo Unlocker, sehingga pengguna dapat melakukan overclocking on-demand dan meningkatkan kinerja untuk kemampuan CPU yang lebih baik secara real time. Dikombinasikan dengan desain terbaru dari AMD yang potensial, maka motherboard ini memberikan pengalaman berbeda yang belum pernah ada sebelumnya.

Fitur eksklusif Core Unlocker dari ASUS mampu mendeteksi tambahan core yang ada pada CPU secara otomatis dan memanfaatkannya untuk peningkatan kinerja komputasi secara signifikan. Proses multitasking berat, rendering dan bermain game berjalan lebih baik dan cepat dengan tambahan core yang tersedia, karena Core Unlocker dapat mengubah CPU dual core menjadi 3 atau 4 core, atau mengubah versi quad-core menjadi 6 core untuk peningkatan kinerja komputasi.

Turbo Unlocker mewakili evolusi tuning kinerja generasi mendatang dari ASUS. Fitur ini dirancang untuk prosesor AMD Black Edition dan prosesor 6-core yang dilengkapi dengan unlockable multiplier, fitur yang secara cerdas menyesuaikan kecepatan clock CPU, pengguna cukup melakukan sebuah klik untuk mendapatkan kekuatan komputasi yang lebih tinggi. Ketika menjalankan aplikasi yang dioptimalkan untuk core tunggal, maka Turbo Unlocker secara dinamis akan menyesuaikan sumber daya dan menjamin kinerja maksimal pada core tunggal yang digunakan. Untuk aplikasi multi-thread, semua core dimaksimalkan hingga kinerja tertinggi yang tersedia. Peningkatan kinerja terjadi secara dinamis dan instan berdasarkan kondisi sistem sesungguhnya sehingga overclocking berjalan dengan aman dan stabil.

Terakhir, kedua motherboard ROG Crosshair IV Formula dan M4A89TD PRO ini telah menggunakan teknologi data terbaru yaitu USB 3.0 dan SATA 6Gb/s. Port USB 3.0 dapat mentransfer data hingga 10 kali lebih cepat dibandingkan kecepatan USB 2.0, sementara SATA 6Gb/s menawarkan throughput dua kali lebih cepat dibandingkan pendahulunya.

Menyadap Tuhan Melalui Telekomunikasi???

INFOKOMP - Mengapa BlackBerry laris-manis? Menurut kelakar yang beredar, musababnya adalah karena banyak orang meyakini ponsel ini antisadap. ”Tak heran Anggota Dewan banyak yang memesan,” canda seorang petinggi di suatu operator penyedia layanan BlackBerry.


Kelakar itu kontekstual, baik untuk fenomena booming BlackBerry, maupun juga menggambarkan situasi politik nasional setahun belakangan ini yang diwarnai dengan pengungkapan kasus melalui teknik penyadapan telekomunikasi. Bahkan pengungkapan percakapan telekomunikasi menjadi sebuah preseden hukum baru dan mendapat apresiasi ketika dilakukan pada tingkat Mahkamah Konstitusi.

Bak bola salju, belakangan ini pemutaran rekaman penyadapan telepon di ruang pengadilan makin sering dilakukan dan cenderung menjadi hal yang lumrah. Bahkan, percakapan-percakapan vulgar menyangkut aktivitas seksual mau tak mau ikut diungkap (dan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi nasional). Seakan-akan, rekaman pembicaraan masyarakat bisa dengan mudah diperoleh untuk dijadikan alat bukti.

Depkominfo vs KPKMenteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul Sembiring, sempat menengarai terjadi saling sadap antarinstansi pemerintah sehingga perlu diberlakukan pengaturan. "Berhubung telah keluarnya Undang-Undang (UU) IT Nomor 11 Tahun 2008, maka perlu diatur penyadapan dengan PP sehingga tak main sadap saja. Konsep RPP sudah ada dan diharapkan enam bulan mendatang selesai," katanya. Menurut Tifatul, di negara lain, seperti Australia, Korea, dan Jepang, penyadapan (lawful interception) itu dihela di bawah kendali Departemen ICT seperti Depkominfo (Koran Jakarta, 7 Desember 2009).

Kontan Rencana Peraturan Pemerintah tentang Tata Cara Intersepsi (RPP Penyadapan) ini mengundang reaksi. Jumbuh dengan konteks ontran-ontran politik dalam soal dugaan pelemahan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), maka segera peraturan ini dituduh sebagai bagian dari upaya besar untuk melemahkan lembaga independen itu. RPP dianggap akan membatasi gerak KPK dalam penyadapan yang sudah menjadi kewenangan lembaga itu melalui Undang-undang KPK. Dalam Pasal 12 huruf (a) UU No 30 Tahun 2002 tentang Tipikor disebutkan, dalam melaksanakan tugas penyelidikan, penyidikan dan penuntutan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 huruf c, KPK berwenang melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan.Tak kurang dari Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mewanti-wanti bahwa sebaiknya RPP tersebut tidak menyangkut substansi. "Tetapi jika isinya mengatur mengenai obyek, subyek, dan siapa yang berhak menyadap, itu sudah ranah UU, bukan PP," katanya. Menurut Mahfud, RPP hanya diperbolehkan mengatur tentang mekanisme penyadapan.

Izin pengadilan itu harus diatur dalam UU (kompas.com, 21 Desember 2009). MK juga sudah pernah mengeluarkan keputusan yang memperkuat kewenangan KPK atas penyadapan, yaitu pada putusan Nomor 6 Tahun 2003 dan Nomor 11 Tahun 2006.Bahkan pro-kontra makin memanas ketika kemudian tersulut perseteruan antara anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Adnan Buyung Nasution, dengan Tifatul Sembiring.

Buyung heran dengan kengototan Tifatul. "Jangan-jangan dia disuruh koruptor atau termasuk juru bicaranya. Itu sebagai corruptor fight back," tuduhnya. Mendengar ini, Tifatul mengancam akan memberhentikan Buyung dari Wantimpres (yang jelas terdengar hanya merupakan respons emosional saja). Yang jelas poin dari pendiri YLBHI ini adalah pemerintah boleh saja membuat aturan soal penyadapan. Namun, hal itu hanya bisa berlaku untuk polisi dan kejaksaan saja.

“Boleh dibikin tapi dikecualikan buat KPK, KPK jangan diganggu dulu,” tegas Buyung.Kecurigaan bahwa target utama RPP Penyadapan ini adalah KPK sangat beralasan. Ada banyak poin dalam rancangan yang bertentangan dengan UU KPK. Juru Bicara KPK Johan Budi menyampaikan, KPK sudah menyerahkan delapan masukan terkait pembahasan RPP Penyadapan untuk Menkominfo Tifatul Sembiring.

Delapan masukan itu adalah, soal persyaratan penyadapannya; penetapan ketua pengadilannya (terkait syarat pengajuan izin ke pengadilan sebelum menyadap); pengertian penyadapan sendiri, sebab antara UU ITE dengan UU KPK itu berbeda pengertiannya; tata cara dan syarat penyadapan, karena harus dalam UU bukan PP; masalah pusat pelayanan intersepsi, di mana KPK menolak karena penyadapan bersifat rahasia; masalah izin penyadapan yang harus diperjelas; standar peralatan penyadapan juga harus diperjelas; masalah administrasinya juga harus diperjelas (kompas.com, 18 Desember 2009).

Depkominfo vs KPIBukan sekali ini saja Depkominfo ”bentrok” dengan lembaga independen lain dan cenderung ingin mengambil alih wewenang sebagai regulator. Sebelum ini Depkominfo juga ”bertarung” dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam tarik-menarik soal ijin untuk lembaga penyiaran existing. Pada kasus itu, KPI merasa Depkominfo menjadikan mereka subregulator penyiaran saja. Ini akibat penerbitan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) No. 17/P/M.KOMINFO/6/2006 tertanggal 7 Juni 2006 yang mengatur tentang tata cara penyesuaian izin penyelenggaraan penyiaran bagi lembaga penyiaran swasta dan berlangganan existing.

Permenkominfo Nomor 17 ini adalah turunan dari PP No. 50 dan 52 PP Penyiaran yang ditolak keabsahannya oleh DPR dan KPI. Penolakan ini dilakukan karena DPR dan KPI melihat ketidaksesuaian antara isi yang diatur dalam PP Penyiaran dengan UU Penyiaran. Padahal jelas, kapanpun dan dimanapun, produk perundang-undangan tidak boleh bertentangan dengan produk di atasnya (http://kpi.go.id, 13 Juni 2006).

Menurut Agus Sudibyo (Direktur Yayasan Sains, Estetika, dan Teknologi (SET), http://agussudibyo.wordpress.com), Peraturan Menkominfo No. 17/2006 menunjukkan bahwa prioritas Depkominfo bukanlah pelembagaan sebuah public service information apparatus. Begitu banyak peristiwa nasional: tsunami di Aceh, bencana busung lapar, gizi buruk, flu burung, dan terakhir gempa bumi di DIY-Jawa Tengah yang luput dari keterlibatan Depkominfo sebagai information apparatus. Lembaga ini justru sibuk memerlebar rentang otoritasnya, hingga menjangkau ranah media dan penyiaran yang sesungguhnya sudah tidak relevans lagi diatur pemerintah.

Semakin lama semakin jelas prioritas utama Depkominfo adalah bagaimana mengembalikan otoritasnya sebagai regulator media. Di sini, kita bukan hanya berbicara upaya untuk mengambil alih otoritas regualtor penyiaran dari KPI. Dalam kaitannya dengan pers cetak, ada indikasi-indikasi untuk mengambil fungsi-fungsi Dewan Pers sebagaimana diatur dalam UU Pers No. 40 1999. Menurut Agus, posisi sebagai regulator media memang mengandung potensi politik-ekonomi yang sangat besar dan patut diperebutkan.

Dari posisi inilah dahulu Departemen Penerangan secara efektif dan otoriter mengontrol sikap politik media. Dari sisi ekonomi, izin penyiaran dapat diperlakukan layaknya komoditas yang bisa diperjualbelikan tanpa prosedur yang transparan dan fair. Dan bukan rahasia lagi bahwa praktek ini telah menghasilkan keuntungan ekonomi bagi para pejabat publik di departemen teknis pemerintah yang memegang otoritas izin penyiaran.USO yang ”Too Slow”Jika dirunut balik, Depkominfo hadir sebagai jelmaan hasil ”merger” Departemen Penerangan plus Dirjen Pos dan Telekomunikasi (Dirjen Postel), melalui Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005.

Kehadiran Dirjen Postel ini membawa konsekuensi finansial yang besar karena di bawahnya terseret belanja pemerintah yang besar dalam sektor telekomunikasi, mengikuti arus besar perkembangan infrastruktur ekonomi dunia yang berbasis teknologi telekomunikasi dan informasi.Menurut Bisnis Indonesia (5 Agustus 2009), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dalam kurun waktu 2005-2008 terutama berasal dari PNBP Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi yang dipungut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2005 tentang Tarif atas PNBP yang berlaku pada Depkominfo.

Jenis penerimaan tersebut terdiri atas biaya hak penyelenggaraan frekuensi, biaya hak penyelenggaraan jasa telekomunikasi, pendapatan jasa tenaga, pekerjaan informasi, pelatihan dan jasa teknologi, kontribusi kewajiban pelayanan universal telekomunikasi (Universal Service Obligation), dan pendapatan pendidikan, sewa, dan penghapusan aset.Tahun 2008, realisasi penerimaan PNBP Depkominfo sebesar Rp7,7 triliun, mengalami peningkatan Rp2,6 triliun atau 51% dibandingkan dengan realisasi pada 2007sebesar Rp5,1 triliun.
Lantas, sampai pertengahan tahun 2009, pemerintah membukukan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp7,2 triliun, di antaranya dari penggelaran broadband wireless access sebesar hampir Rp900 miliar, dari penjualan pita frekuensi seluler generasi ketiga (3G) ke Telkomsel sebesar Rp160 miliar ditambah up front fee Rp160 miliar. Nilai itu bisa saja bertambah apabila empat operator 3G lainnya juga menambah pita 3G tambahan sebesar 1 blok atau 5 MHz sehingga berpotensi memberikan pundi-pundi keuangan pemerintah sebanyak Rp1,5 triliun.Dari jumlah itu, Depkominfo akan membelanjakannya sebagian besar untuk melanjutkan proyek USO (Universal Service Obligation).

Depkominfo masih berutang menggelar pembangunan telepon perdesaan dalam kerangka USO di 31.824 ribu desa (desa berdering) dan program desa pintar yang berbasis internet (5.748 kecamatan).Skema pembiayaan USO yang sudah dimulai sejak 2006 ini bisa disebut tidak berjalan mulus, too slow. Persoalan hukum muncul akibat tender yang bermasalah menjadi kendala paling berat kemulusan pelaksanaannya. Baru menjelang akhir tahun 2009 ini proyek desa berdering mulai terealisir.

Sebelumnya, XL memilih mundur dari tender. Presiden Direktur PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) Hasnul Suhaimi mengatakan pihaknya mundur dari tender USO karena tidak mau setengah-setengah. "Setelah dipikir-pikir, perhitungan kami dalam program USO ini tidak pas hitungannya. Dibanding setengah-setengah, lebih baik kami fokus pada kualitas layanan, kami juga punya pelanggan yang perlu diperhatikan," ujar Hasnul. XL akan tetap menyokong program tersebut dengan menyiapkan harga khusus bagi pihak yang mau menggunakan infrastruktur XL dalam proyek USO.

"USO ini kan thin client. Jadi kami bisa berikan volume discount," papar Hasnul (detik.com, 20 November 2007).Setelah agak beres dengan desa berdering, maka USO akan dilanjutkan dengan inovasi lain, yaitu ”desa internet” atau Internet Kecamatan. Namun, lagi-lagi, proses tender tampaknya tak akan berjalan mulus. Menurut Investor Daily (16 November 2009), minat operator ikut tender minim.

Dari 19 peserta tender, operator telekomunikasi yang maju ke babak selanjutnya hanya Telkom dan Telkomsel. Peserta tender lainnya mundur, seperti PT Aplikanusa Lintasarta (anak usaha Indosat), PT Icon+ (anak usaha PLN), PT Pos Indonesia, PT Raharja Media Internet, dan PT Netwave Multimedia, PT Indosat Mega Media/IM2, dan PT Berca Hardaya Perkasa.
Minimnya minat operator pada tender USO Internet Kecamatan itu tak lepas dari kekhawatiran akan tumpang tindihnya program ini dengan program lain, seperti USO desa kring untuk 32 ribu desa dan tender Broadband Wireless Access (BWA) berteknologi Wimax.Vox Populi Vox DeiDaripada mengurusi pengaturan penyadapan oleh lembaga independen yang sudah dilindungi oleh Undang-undang lain yang lebih kuat, lebih baik energi Depkominfo digunakan untuk memercepat pemenuhan cita-cita mulia USO.Masih jutaan rakyat yang bahkan disadap pun tak akan bisa karena tidak terpapar akses telekomunikasi. Tanpa penyelenggaran jaringan telekomunikasi jalur pintas melalui USO, bisa-bisa sebagian besar rakyat tak akan pernah bisa menikmati sambungan telekomunikasi.
Ketika USO dicanangkan pada tahun 2006, total teledensitas telepon di Indonesia masih berada pada angka 35%. Dari angka itu, 29%-nya disumbang oleh telepon seluler. Sedang andil telepon tetap makin hari makin menurun sampai hanya sekitar 6%-nya. Kecenderungan membengkaknya andil seluler ini umum terjadi di seluruh dunia.Meski penetrasi jaringan seluler begitu pesat hingga dalam 3 tahun saja (2004-2006) mampu menggelembungkan angka teledensitas telepon dua kali lipat, dari 18% menjadi 35%, namun tetap saja sampai hari ini belum 50% penduduk Indonesia tak terjangkau peranti telekomunikasi. Saking pentingnya telekomunikasi, jika boleh memilih, mungkin mereka akan memilih disadap, pokoknya asal bisa berkomunikasi.

Mereka tak akan peduli apakah jaringan yang mereka gunakan tak aman atau sengaja disadap, toh memang mereka hanya butuh buat berkirim kabar penting atau sapa kerinduan, bukan buat membagi-bagi jarahan korupsi atau konspirasi politik tingkat tinggi. Coba bayangkan kebutuhan darurat rakyat di pedalaman yang tak terjangkau jaringan telepon saat terdesak harus menghubungi dokter. Bukankah, jika bisa memilih, mereka akan lebih suka teriakan SOS-nya disadap dan dengan demikian didengar lebih banyak orang? Namun sayang, masih ratusan juta rakyat yang bakal tak bisa didengar suaranya akibat belum terjangkau telekomunikasi. Padahal kita ingat adagium “Vox Populi Vox Dei”, suara rakyat adalah suara Tuhan.
Jadi, jika ingin mengetahui kehendak Tuhan atas negeri ini, biarkan seluruh rakyat berpotensi terpapar oleh penyadapan telekomunikasi dan dapat didengar suaranya. Karena dengan menyadap rakyat, maka berarti kita telah menyadap Tuhan. Bukankah keren jika kita memiliki akses langsung terhadap kehendak Tuhan? ( InfoKomp )

Awas, Windows 7 Bakal Diserang

INFOKOMP - Jika ada pertanyaan: sistem operasi mana yang paling banyak terinfeksi malware? Jawabannya sudah pasti Windows. Sebagai OS yang paling banyak digunakan, Windows memang menjadi sasaran empuk malware. Apalagi OS ini dianggap punya banyak celah keamanan yang bisa ditembus.


Walau Microsoft secara rutin telah menambal celah-celah tersebut dalam setiap OS keluaran terbarunya, tetap saja tidak memupus minat para pemprogram untuk menyerangnya.Begitupun dengan Windows 7 yang baru hadir akhir November lalu. Belum lama diluncurkan, Microsoft telah meluncurkan tambalan keamanan pertama untuk sistem operasi tersebut. Berhubung Windows 7 sudah mulai beredar dan diperkirakan akan menarik perhatian di 2010, tak diragukan lagi penyerang pasti akan mencari cara untuk mengeksploitasinya.Itulah satu dari beberapa poin yang diungkap Symantec dalam prediksi tren keamanan 2010.

Melalui sebuah rilis pers, mereka juga memberikan perhatian khusus kepada penyebaran malware lewat internet. Terutama dengan semakin berkembangnya penggunaan jejaring sosial dan perpesanan instan.Popularitas jejaring sosial yang diperkirakan akan melesat lebih tinggi tahun depan membuat jumlah penipuan juga akan terus mengimbangi pertumbuhan pengguna situs tersebut. Semakin banyak penyerang mencoba mengecoh pengguna Facebook dan Twitter guna menyebar malware atau memperoleh data & informasi pribadi.
Selain lewat trik lama seperti phishing, penyerangan juga bakal dilakukan lewat celah keamanan pada aplikasi pihak ketiga (API). Bisa jadi saat pengguna mendaftarkan diri dalam sebuah game online di Facebook, pada saat itu pula profil mereka disabot oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.Untuk pengguna Twitter dan perpesanan instan, bahaya berpotensi muncul melalui layanan penyingkat URL. Karena pengguna sering tidak mengetahui ke mana mereka akan diantar oleh URL yang dipendekkan, penipu dapat menyembunyikan tautan yang sebenarnya berbahaya. Selain itu dalam rangka untuk menghindari teknologi CAPTCHA, serangan lewat instant messenger (IM) akan naik popularitasnya.

Ancaman lewat IM akan terdiri dari pesan spam yang tak diinginkan yang mengandung link berbahaya, khususnya serangan ditujukan pada akun IM yang aktif. Pada akhir 2010, Symantec memperkirakan bahwa secara keseluruhan, satu dari 12 hyperlink akan mengarah ke domain yang diketahui digunakan untuk menampung malware.

Poin-poin penting lain yang dipaparkan Symantec antara lain: peningkatan jumlah produsen software keamanan palsu, botnet yang terus-menerus berubah dengan cepat (fast flux) meningkat, peningkatan malware yang menyerang peranti mobile dan Mac, serta spesialisasi fungsi malware.Menghadapi segala ancaman tersebut, industri dengan cepat menyadari bahwa pendekatan tradisional untuk antivirus, baik dengan file signature dan kemampuan heuristic/behavioral, tidak cukup untuk melindungi dari ancaman terkini.

PC harus disenjatai dengan paket keamanan internet lengkap. Harganya kini pun kian terjangkau, sebanding dengan beban tugasnya dalam menjaga data-data penting pengguna.Namun yang tak kalah penting adalah kewaspadaan pengguna terhadap variasi jenis serangan keamanan. Karena secanggih apapun teknologi, pengguna tetap memegang peranan utama. ( InfoKomp )

Kaspersky Raih VB100

INFOKOMP - Kaspersky, salah satu penyedia layanan anti virus dan jaringan internet, hari ini (23/12) mengumumkan bahwa dua produknya, yaitu Kasperksy Anti-Virus 2010 dan Kaspersky Anti-Virus 6.0 untuk Windows Workstation Release 2 telah berhasil menyabet penghargaan bergengsi VB100. Prestasi tersebut berhasil diraih berkat pengujian Kaspersky pada platform Windows 7.


Pengujian tersebut dilakukan pada bulan November 2009 dan dilakukan di platform Windows 7. Seperti halnya ujian, Kaspersky pun harus mampu melewati tes alias lulus uji. Solusi tersebut dijelaskan harus mampu mendeteksi 100% program-program berbahaya dari koleksi WildList serta kumpulan worms/bots dan virus polimorfik.

Solusi tersebut juga harus mampu menghindari false positive apapun ketika melakukan pemindaian pada koleksi file bersih. Kaspersky menganalisa bahwa koleksi ini termasuk ke dalam jenis ancaman IT terbaru seperti beberapa varian worm Kido (Conficker) yang menyebar secara luas. Termasuk juga program yang dirancang untuk mencuri password dari game online serta program yang didistribusikan melalui situs jejaring sosial.

Solusi-solusi dari Kaspersky Lab ini juga menunjukkan tingkat kinerja yang tinggi ketika mendeteksi program Trojan dalam modus pemindaian on-demand dan modus perlindungan reaktif dan proaktif.

Saat ini, sudah ada sebanyak 43 produk antivirus, termasuk solusi dari vendor terkemuka yang berpartisipasi dalam uji perbandingan yang dilakukan oleh Virus Bulletin, sebuah majalah otorisasi Inggris.

Solusi-solusi dari Kaspersky Lab ini merupakan peserta tetap dalam tes VB yang menunjukkan hasil sangat baik. Hal tersebut terbukti pada tahun 2009 ini, di mana Kaspersky berhasil menerima penghargaan dalam enam tes uji perbandingan pada berbagai platform. Untuk info lebih lengkapnya silakan berkunjung di link berikut
ini.

Axioo Zetta MMT : Si Ramping Nan Menawan

INFOKOMP - Sebenarnya kami berencana menguji Axioo Zetta MMT 2 yang telah menggunakan prosesor Intel Centrino 2. Namun karena produk tersebut baru hadir di awal November, akhirnya kami menguji Axioo Zetta MMT versi pertama yang masih menggunakan Intel Pentium SU2700 (1,3GHz).


Dari seluruh jajaran notebooknya, Zetta MMT adalah notebook tertipis yang pernah dibuat oleh Axioo. Bahkan menurut kami, si perancang notebook bukan semata ingin menonjolkan bentuk yang tipis, tetapi juga seakan mau memperlihatkan betapa stylish-nya notebook ini.


Ini terlihat dari tebal total badan notebook yang cuma 2cm. Mungkin Anda akan lebih terkejut saat membuka layarnya. Sebab Axioo Zetta MMT ini memiliki tebal layar yang cukup langsing, hanya 0,5 cm saja. Meski sangat ramping, layar tipis berukuran 13,3 inci dengan format lebar ini tetap enak dipandang, terutama saat notebook digunakan untuk memutar film berdefinisi tinggi. Ini berkat layar TFT LCD dengan resolusi 1366 x 768 dengan rasio aspek 16:9.

Bicara soal multimedia, notebook yang satu ini cukup bisa diandalkan. Meskipun suara yang dihasilkan terbilang pas-pasan, namun ketersediaan koneksi HDMI bisa menghibur Anda yang sering memutar fim berdefnisi tinggi.

Meski demikian, tipisnya notebook ini ternyata harus dikompensasi dengan beragam kelemahan. Mirip Asus UX30, konektor VGA , USB dan LAN di notebook ini harus ditiadakan. Sebagai gantinya diberikan sebuah jack miniport replicator untuk menancapkan konverter khusus yang menyediakan ketiga jenis port tadi. Jadi, pastikan Anda tidak lupa membawa konverter ini saat akan melakukan presentasi di depan klien bisnis lewat proyektor. Koneksi adaptor untuk daya pun ditancapkan lewat port yang sama dengan dengan konverter tambahan tadi. Untungnya di konverter tersebut sudah tersedia jack miniport tambahan untuk menyambungkan adaptor daya secara paralel ketika dibutuhkan.


Kesimpulannya :
Axioo Zetta MMT terasa nyaman untuk dimasukkan ke dalam tas atau dipangku dalam jangka waktu lama karena tidak terlalu terasa panas. Dari sisi performa pun notebook ini bisa jadi andalan, utamanya buat Anda yang sering berurusan dengan file-file multimedia yang butuh sumber daya besar. Hanya saja, Anda perlu memperhatikan beberapa keterbatasan notebook, seperti bobotnya yang terbilang berat serta perlunya membawa-bawa konverter khusus jika ingin menyambungkan perangkat USB, jaringan, atau perangkat VGA eksternal.

Mau Tahu Anti-Spyware Terfavorit 2009?

INFOKOMP - Dewasa ini spyware tumbuh lebih subur. Kemunculan spyware kini bahkan lebih berbahaya daripada sebelumnya. Sebagai tamu tak diundang, kehadirannya diam-diam telah terinstal pada komputer pribadi untuk menahan atau mengambil sebagian kontrol atas interaksi pengguna dengan komputer.

Jika sudah menginfeksi komputer, spyware juga dapat mengubah pengaturan komputer. Alhasil, PC akan berjalan lebih lambat. Sebagai program mata-mata, spyware dapat melakukan kegiatan seperti mengumpulkan berbagai jenis informasi pribadi yang meliputi surfing internet, atau mendata situs yang sudah dikunjungi.

Nah, untuk melawan spyware itulah diperlukan yang namanya Anti-spyware. Sebagian besar Anti-spyware sudah memberikan lanjutan deteksi spyware, bahkan juga melakukan pemblokiran terhadap spyware yang akan menerobos sistem kita.
Berikut ini kami tampilkan top 5 Anti-spyware yang banyak diunduh versi PCworld (kategori semua OS).
1. Ad-Aware Free;
2. Spybot Search & Destroy;
3. CWShredder;
4. Windows Defender;
5. NoSpyMail
( InfoKomp )

Sony Alpha A500 : It's A Sony

INFOKOMP - Sejak kemunculan DSLR pertamanya beberapa tahun lalu hingga saat ini, Sony semakin menunjukkan keseriusannya dalam menghasilkan dan menawarkan produk-produk kamera DSLR-nya. Di tahun 2009 ini pun, Sony meluncurkan cukup banyak tipe kamera DSLR baru di semua lini, mulai dari kelas entry-level hingga full-frame. Salah satu dari banyak kamera baru tersebut adalah Sony Alpha A500 ini. A500 ini diposisikan oleh Sony sebagai kamera DSLR kelas menengah yang menawarkan aneka feature canggih, dengan harga yang masih terjangkau. Meskipun pernah hadir di seri kamera sebelumnya, Alpha A500 ini tetap menjadikan live-view dan layar lipat-nya sebagai feature unggulan.


Sony Alpha A500 ini cukup kompak, dengan ukuran fisiknya yang tidak terlalu besar. Bobotnya juga cukup berat untuk ukuran kamera DSLR kompak, sekitar 630 gram. Grip-nya dilengkapi dengan karet agar tidak licin saat dipeganh. Ukuran grip-nya juga cukup besar sehingga mantap di genggaman tangan. Di bagian depan, di dekat tombol shutter terdapat dial untuk melakukan pengaturan kecepatan dan diafragma. Tombol dial untuk mengatur modus pemotretan diletakkan di bagian atas kanan karena pada bagian kirinya tersebar beberapa tombol, mulai dari tombol pengatur ISO, continuous shooting, dan tombol DRO (Dynamic Range Optimizer). Terdapat sebuah dudukan untuk flash eksternal yang sayangnya tidak sama dengan dudukan flash pada umumnya. Bentuk hotshoe flash seperti itu hanya digunakan oleh Sony, sementara kamera lain menggunakan hotshoe generik.

Sony Alpha A500 menggunakan sensor CMOS dengan format APS-C. Gambar maksimal yang mampu dihasilkan mencapai resolusi hingga 12 megapiksel. Kamera yang memiliki crop-factor 1,5 ini bisa menggunakan dua jenis memori untuk media penyimpanannya. Yang pertama adalah SD/SDHC dan yang satu lagi, tentu saja media penyimpanan eksklusif Sony, Memory Stick. Titik autofokus yang tersedia adalah sebanyak sembilan buah dengan satu titik di bagian tengah bertipe cross-type. Untuk memberikan keleluasaan dalam berbagai situasi pemotretan, A500 ini menyediakan jangkauan sensitivitas ISO yang luas, mulai dari ISO 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400, hingga 12800. Dan untuk membantu Anda ketika dalam kondisi cahaya rendah dan harus menggunakan kecepatan rendah, Sony memiliki feature Super Steady Shot yang mampu mengkompensasi getaran akibat memotret pada kecepatan rendah. Yang menyenangkan, feature ini dibenamkan langsung di kamera sehingga lensa apa pun yang Anda gunakan, akan terbantu dengan hadirnya SSS ini.

Sejak feature live-view diperkenalkan beberapa tahun lalu, Sony melakukan inovasi yang sangat baik pada feature ini. Selain sensor yang digunakan saat modus standar, Sony menambahkan satu sensor lagi yang khusus digunakan untuk modus live-view. Hasilnya, kinerja autofokus menjadi jauh lebih cepat dan responsif dibandingkan modus live-view pada kamera lain. Respon pada modus live-view tergolong cepat layaknya menggunakan kamera point & shoot. Layarnya yang sebesar 3 inci juga terbilang besar dan nyaman untuk melihat hasil foto ataupun melakukan komposisi pada modus live-view. Dan untuk melengkapi fasilitas live-view tersebut, Sony Alpha A500 ini juga dibekali dengan layar lipat. Layarnya dapat dilipat ke atas dan ke bawah hingga sudut 180 derajat. Sebagai informasi, layar lipat seperti ini juga hadir di seri Alpha sebelumnya, A300 dan A350.

Jika Anda merupakan pengguna kamera saku atau prosumer dan ingin beranjak ke DSLR, fasilitas live-view yang dimiliki oleh kamera ini sangat menarik. Live-view yang cepat serasa menggunakan kamera point & shoot akan membuat Anda tidak gugup dalam beradaptasi dan memelajari kamera ini. Selain itu, layar lipatnya juga sangat menarik dan nyaman digunakan pada pengambilan gambar dengan sudut sulit. Kualitas fotonya pun baik. Noise yang dihasilkan pada ISO tinggi sudah cukup baik meskipun masih di bawah pesaing lainnya di kelas ini yang berformat sama. Dynamic range yang dihasilkan juga baik berkat kehadiran feature DRO (Dynamic Range Optimizer). Secara keseluruhan Sony Alpha A500 ini adalah kamera DSLR yang baik dengan feature yang terbilang lengkap. ( InfoKomp )